2022-04-03T07:04:23.676Z2022-04-03T07:04:23.676Z
Sunday, Apr 3, 2022

Gak Mindful ! Gak Papa !

Tren pelatihan mindfulness membawa era baru dalam dunia psikoterapi. Muncul berbagai teknik dan pendekatan baru berbasis mindfulness yang digunakan untuk menangani kasus-kasus tertentu. Sayangnya, efektivitas yang begitu tinggi memunculkan gaya marketing yang begitu berlebihan. Hingga menimbulkan persepsi bahwa ketika kita tidak bisa mindful, maka kondisi mental kita kurang baik.


Mindfulness atau kesadaran utuh merupakan sebuah kondisi yang dilatih selama jangka waktu tertentu dengan metode khusus. Meskipun menggunakan metode yang sama tetapi mekanisme otak setiap orang tidak akan memberikan sensasi yang sama. Karena itu pendampingan seorang mentor sangat diperlukan agar kondisi mindful benar-benar dapat tercapai. Tiap-tiap orang seharusnya dituntun untuk mindful sesuai dengan kondisinya masing-masing.


Dengan begitu tidak akan ada pikiran," Sesederhana mindful-breathing saja Aku gak bisa !"


Mindfulness memang terlihat sederhana, tetapi pikiran, perasaan, respon fisik, trauma, memori, atau bahkan mekanisme tubuh kita tidak sesederhana itu. Ketika memori traumatik terpicu, maka sensasi tubuh akan muncul begitu saja, seperti jantung yang berdebar kecang, keringat dingin, tegang, nafas tidak beraturan, dan kehilangan kontrol. Apakah mudah mengontrol semua respon tubuh tersebut ? tentunya sulit, alih memaksa mindful, kita justru cukup belajar membiarkan tubuh kita melakukan pekerjaannya itu hingga selesai, dan kita kembali ke kondisi tenang. Semua respon tersebut adalah normal ketika otak kita mempersepsikan bahaya, baik bahaya yang nyata maupun tidak, Karena itu, tidak mindful dalam kondisi tersebut ya tidak apa-apa.


Kamu gak harus mindful setiap saat, apalagi mindful saat mendapatkan trigger emosional. Yang perlu di ingat adalah, bahwa tubuh memiliki kesadarannya sendiri, ketika tubuh bereaksi dengan memori traumatik, biarkan tubuh melakukan pekerjaanya. Tidak perlu memaksa untuk mindful dan memaksa tenang atau memaksa untuk menyadari semua sensasi tubuh yang seringkali tidak nyaman tersebut. Karena belum tentu kamu siap.


Gak papa gak mindful, karena untuk menjadi mindful perlu persiapan panjang, bukan workshop sekali dua kali, kemudian langsung mindful untuk selamanya. Bahkan, ketika setiap hari kita berlatih pun, akan selalu ada fase ketika kita tidak mindful. Dan itu wajar, dan itu tidak apa-apa.



Bagus Adi Nugroho
Bagus Adi Nugroho
Hypnotherapy and Mindfulness
Artikel Terbaru