2021-09-02T06:44:12.629Z2021-09-02T08:31:26.632Z
Thursday, Sep 2, 2021

PAUSE

"Pause before react.

Pause before assuming.

Pause before accusing or defending.

Pause to take a breath.

Pause to seek the truth.

Let the pause be the bridge between emotion and reaction."

(Terrie Elizabeth Reeves)

Memberi jeda.

Ya, mengijinkan diri untuk berhenti sejenak di tengah-tengah kesibukan sehari-hari atau saat menghadapi kesulitan, dapat membantu diri mengatur apa yang perlu dilakukan.

Memberi jeda untuk menyadari apa yang sedang dirasakan.

Memberi jeda untuk menyadari apa saja pikiran yang melintas di kepala.

Memberi jeda untuk menyadari sensasi tubuh yang turut hadir yang mungkin terasa tidak nyaman.

Setidaknya saat berhenti sejenak, kita memberi kesempatan seluruh bagian dari diri kita melakukan konsolidasi. Mulai dari menvalidasi perasaan, mengevaluasi pikiran, hingga melakukan aktivitas sederhana untuk meredakan ketidaknyamanan. Menyelaraskan segenap aspek yang ada agar pilihan tindakan benar-benar disadari sepenuhnya. Bukan hanya karena ingin meluapkan kekesalan, mengalihkan perhatian, atau menghindar dari persoalan.

Memberi jeda membantu diri untuk menyadari perasaan yang hadir dan berproses menerimanya. Memberi kesempatan pada diri sendiri untuk mengelolanya. Meredakan segala ketidaknyamanan dengan sejumlah teknik yang bisa dilakukan. Seperti mengolah pernafasan, melakukan relaksasi singkat dengan mendengarkan musik yang menenangkan, minum air hangat atau menikmati sepotong coklat. Anda bisa menentukan sendiri aktivitas apa yang lebih sesuai dan bisa membantu Anda merasa lebih nyaman.

Disaat tubuh terasa lebih rileks dan perlahan bisa menerima setiap emosi atau perasaan yang ada, maka daya pikirpun dapat lebih mudah diajak kerjasama. Kembali berfungsi untuk berpikir secara logis dan rasional. Menghadirkan sejumlah pertimbangan hingga menyadari konsekuensi dari setiap pilihan solusi yang didapatkan. Nah, jika demikian, tindakan apa yang kemudian dilakukan bukanlah suatu sikap yang reaktif atau berdasar emosional semata. Namun menunjukkan sikap yang dewasa yang mengarah pada kebijaksanaan. Tentu Anda menginginkannya bukan?

Tak apa jika saat ini masih terasa sulit dan tak biasa. Namun, menyadari bahwa hal itu perlu dilakukan, merupakan langkah awal yang baik untuk berkembang. Karena selanjutnya akan ada usaha untuk melakukan dan terus melatihnya. Jika pada mulanya memerlukan waktu sedikit lama, itu hal yang wajar. Namun, saat terus menerus melakukan dan melatihnya, maka kemampuan itu pun akan semakin meningkat. Anda dapat lebih mudah menyadari kapan “jeda” dibutuhkan dan durasi yang diperlukan pun akan lebih singkat. Tentu saja lamanya waktu akan sangat bervariasi, tergantung situasi apa yang sedang dihadapi.

Aktivitas ini pun menjadi salah satu bagian dari latihan untuk to be here and now (hadir disini dan kini). Bagaimana menjadi lebih mindful atas apa yang dialami. Dan saat melakukannya pun, berarti Anda telah melakukan hal baik untuk diri Anda sendiri. Yaitu, menjaga kesehatan mental sebagai salah satu wujud dari aktivitas mencintai diri sendiri.

Are you?

Laela Siddiqah
Educational & Developmental Psychologist, Life & Career Coaching
Latest Articles
We use cookies to personalise content and ads, to provide social media features and to analyse our traffic. We alsoshare information about your use of our site with our social media, advertising and analytics partners who may combineit with other information that you’ve provided to them or that they’ve collected from your use of their services. Youconsent to our cookies if you continue to use our website.
ok