2021-08-22T14:43:19.613Z2021-08-22T14:44:08.799Z
Sunday, Aug 22, 2021

Penggunaan Metode Coaching untuk Membimbing Dewasa Muda melalui Masa Quarter life crisis yang lebih bermakna

Bagi sebagian dewasa muda, perjalanan hidup ibarat seperti menaiki roller coaster. Hidup penuh dengan idealisme saat kuliah, merasa berada diposisi terbaiknya dan bisa bebas melakukan banyak hal yang membuat diri ini rasanya lebih hebat. Namun, saat lulus semuanya berubah. Idealisme terkikis oleh realita, mahasiswa yang hebat itu berada dibawah tangga kesuksesan dan akhirnya mempertanyakan segalanya. Mempertanyakan tujuan karir, nilai diri dan kesendirian. Padahal di usia ini, merupakan usia produktif untuk mencapai target-target besar dalam hidup mereka.

Fenomena quarter life crisis ini, bukan sesuatu yang asing. Menurut Atwood dan Scholtz (dalam Rahmania & Tasaufi, 2020) Masa quarter life crisis ini merupakan suatu masa dengan perasaan cemas, penuh dengan tekanan bahkan merasa hidup tidak bermakna. Perasaan yang bergejolak itu salah satunya disebabkan adanya perubahan dalam hidup mereka, seperti ketidakpastian dalam mencari pekerjaan, berakhirnya hubungan dengan pasangannya atau harus berpisah dengan orangtuanya karena pekerjaan. Hal ini ternyata membawa dampak signifikan dalam hidup mereka. Berdasarkan studi kualitatif yang dilakukan Stepleton (2012), tantangan yang dihadapi pada masa tersebut adalah krisis identitas, merasakan kemandirian, tekanan dari diri sendiri dan orang lain serta perasaan tidak pasti dan depresi. 

Orang yang mengalami quarter life crisis ini pada umumnya berada pada usia dewasa muda. Menurut Arnett (dalam Rahmania dan Tasaufi, 2020) istilah dewasa muda merupakan fase ini dialami oleh individu dengan rentang usia 18-29 tahun. Pada fase tersebut, seseorang dianggap sudah waktunya untuk melepaskan masa remaja, namun belum memasuki fase mengemban tanggung jawab yang umum ditemui pada masa dewasa. Rahmania dan Tasaufi (2020) menambahkan bahwa pada masa itu, seseorang akan mengeksplorasi dirinya lebih dalam dalam fase tersebut. Hal-hal yang dieksplorasi biasanya mencakup bidang pendidikan, karier, maupun hubungan relasi dengan lawan jenis.

Pada saat mengalami masa eksplorasi itu, ia akan mengalami proses yang cukup memberatkan untuk mereka. Zilca (2016) menemukan bahwa orang mengalami peningkatan stress level di usia 20-an hingga awal 30-an. Hal yang lebih menarik lagi, bahwa fenomena ini juga dialami oleh orang yang sudah menjelang 40-an tahun juga. Proses ini tentu akan berakhir saat orang tersebut berhasil melalui proses quarter-life crisis dan menemukan cara untuk berdamai dengan permasalahan interpersonal, kerja ataupun keluarga. Hal yang terutama adalah menyadari bahwa mereka tidak merasakan sendiri untuk bisa menyelesaikan sendiri.

Pendekatan coaching yang efektif dapat membantu para dewasa muda merasa tidak sendiri untuk dapat melalui masa ini. Menurut ICF, coaching adalah hubungan kemitraan antara coach dan individu yang dijalin melalui proses kreatif untuk memaksimalkan potensi personal dan profesional dirinya. Melalui metode coaching yang dilakukan bersama dengan para dewasa muda, coach dapat membantu para peserta untuk dapat mengembangkan rasa percaya diri mereka dan menemukan cara untuk melanjutkan kembali hidup yang penuh makna. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Stepleton (2012), coaching menjadi pendekatan dan alat pelatihan yang efektif yang menawarkan arah dan fokus klien; kesempatan untuk menetapkan tujuan, rencana aksi, dan mempelajari keterampilan baru; yang berusaha mengembangkan kesadaran diri klien, mengembangkan kepercayaan diri mereka, kemampuan mereka untuk melihat situasi dari perspektif alternatif dan untuk merefleksikan diri secara teratur.

Setelah melakukan pengamatan selama coaching session, dari sekitar 62 orang yang pernah di-coach oleh (cand.) Coach Kristal Prima, ternyata mayoritas masih belum bisa menemukan tujuan karir dan nilai diri. Padahal kedua hal tersebut, menjadi hal yang penting untuk menjadi landasan mendasar untuk menemukan diri, menemukan tujuan karir dan bahkan menghadapi quarter life crisis. Hal ini tentu akan berpengaruh pada karir dan performa mereka di pekerjaan mereka.

Berdasarkan pengalaman coach Kristal, masa-masa quarter life crisis ini memberikan pengalaman personal yang cukup mendalam dan juga proses perjalanan menemukan jati diri. Oleh sebab itu, coach Kristal melihat bahwa coaching menjadi sebuah metode yang cukup menarik untuk membantu mengatasi quarter life crisis pada orang di usia dewasa muda. Dalam beberapa bulan, program career coaching menghasilkan beberapa coachee merasa hidupnya lebih bijak dan bermakna untuk dijalani. Hal ini sebabkan mereka diajak untuk menyadari dan mengunakan step by step teknik FIRA sehingga menegaskan yang mereka pikirkan dan diberikan gambaran jelas apa yang harus dilakukan untuk mencapai karir atau target hidup mereka. Walau demikian, berdasarkan observasi coach, jumlah coach pada usia ini memang belum banyak. Selain itu juga, dirasa masih ada persepsi bahwa coaching ini sesuatu yang hanya ada di dunia kerja professional. Oleh sebab itu, keinginan untuk dapat melakukan edukasi mengenai mudahnya setiap orang dapat merasakan manfaat career coaching dan membangun budaya coaching di kalangan anak muda menjadi sebuah target perjalanan panjang coach Kristal sebagai seorang coach.

References:

Rahmania, F. A., & Tasaufi, M. F. (2020). Terapi Kelompok Suportif untuk Menurunkan Quarter-Life Crisis pada Individu Dewasa Awal di Masa Pandemi Covid-19. PSISULA: Prosiding Berkala Psikologi , 1-3.

Stapleton, A. (2012). Coaching Clients through the Quarter-Life Crisis: What Works?. International Journal of Evidence Based Coaching and Mentoring.

Zilca, R. (2016, Maret 07). Harvard Business Review. Diambil kembali dari Generational Issues: https://hbr.org/2016/03/why-your-late-twenties-is-the-worst-time-of-your-life

Pic: dari Unsplash

Kristal Prima
Career Coaching, Life Coaching

Related articles

Don't Take Something For Granted
Kenali Ikigaimu dalam waktu kurang dari 5 menit

Related tags

Latest Articles
We use cookies to personalise content and ads, to provide social media features and to analyse our traffic. We alsoshare information about your use of our site with our social media, advertising and analytics partners who may combineit with other information that you’ve provided to them or that they’ve collected from your use of their services. Youconsent to our cookies if you continue to use our website.
ok